Kerjasama Lamongan Dengan Paytren Yusuf Mansur

8 desember 2018, Di acara PayTren Discovery Ustd Yusuf Mansur melakukan kerja sama dengan pemerintah lamongan yang di hadiri langsung oleh bapak Bupati H.Muhammad Fadeli, Ustad Yusuf Mansur menegaskan kepada para mitra yang hadir bahwa PayTren memiliki proyek raksasa yang berkerja sama dengan pemerintah lamongan. dalam penjelasan yang di sampaikan oleh bapak bupati lamongan ternyata pak bupati kaget dengan di pangilnya beliau oleh ustad yusuf mansur, bapak bupati menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu sudah menjalankan nota kesepakatan dengan PayTren. Bapak bupati menjelaskan bahwa di lamongan itu ada 27 kecamatan dan memiliki 474 desa yang ada di lamongan bahwa desa desa di lamongan itu lain dengan kota kota yang ada di indonesia menurut bapa bupati tegasnya.

Di setiap desa terdapat sumber alam yang berbeda sehingga untuk menjadi kota yang melek teknologi informasi sehingga dalam memasarkan produk-produk UMKM kabupaten Lamongan pun mudah di lakukan jika teknologinya berkembang dengan ada nya launching nya market place (lamongan Mart) dan juga rumah keratif itu yang di lakukan oleh bapak bupati, menurut nya dengan adanya marketplace dan rumah kreatif agar bisa sekaligus membantu masyarakat. Ini Termasuk bentuk kepedulian pemerintah kabupaten lamongan pada para pelaku UMKM.

Di hadapan ustad yusuf mansur dan mitra-mira paytren di acara Discovery bapak bupati memberikan beberapa contoh bahwa sumber daya alam di lamongan itu berbeda dengan di daerah lain contoh : di lamongan ada lumbung padi terbesar bahwa beras lamongan itu memproduksi 1juta ton , penghasil jagung terbesar, ikan nya memiliki 120 ribu ton yang di hasilkan oleh kabupaten lamongan dalam satu tahun. dengan demikian bapak bupati menyampaikan kepada para mitra PayTren dan di depan Owner PayTren bahwa Pemerintahan Lamongan ingin sumber daya yang di hasilkan oleh daerah tersebut bagaimana caranya di nikmati oleh setiap desa-desa, dan bapak bupati tidak mau dari hasil sumberdaya alam yang di hasilkan oleh setiap desa di lamongan begitu panen keluar dibeli oleh orang luar dan di manfaatkan oleh orang luar lamongan sehingga di kirim kembali menjadi barang jadi di lamongan sehingga akan berdampak kepada kemiskinan yang ada di lamongan bukan nya kemiskinan berkurang malah menjadi semakin bertambah kemiskinan nya. Tutur Bpk Bupati Lamongan.

Pemerintah lamongan berinisiatif agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) membuat holding dan memiliki unit usaha sendiri, saat ini ada 462 desa yang memiliki BUMDes sehingga di setiap kecamatan sudah berdiri unit usaha yang berbeda yang telah di jalankan oleh masing masing desa di lamongan. salah satu unit usaha yang sedang gencar di dorong oleh bapak bupati lamongan fadeli supaya didirikan nya LA Mart untuk sekarang baru memiliki 5 BUMDes yang mendirikan LA Mart ada pun 5 kecamatan yang baru memiliki LA mart yaitu Kecamatan Maduran, Kecamatan Mantup, Kecamatan Sukodadi , Kecamatan Puncuk, Dan Kecamatan Kalitengah dengan ini bupati Fadeli mengharapkan kesejahterahan masyarakat bisa terpenuhi dan sumberdaya yang di miliki oleh setiap desa bisa di manfaatkan oleh masyarakat, bapak bupati pun meminta kepada seluruh camat dan staf pemerintahan agar pengelolaan nya dengan profesional salah satunya berkerja sama dengan PayTren dalam trasaksi pembayarannya agar lebih mudah untuk stiap transaksi nya. kedepan nya bapak bupati lamongan ini ingin membuat konsep LA mart seperti yang di butuhkan oleh masyarakat pendatang atau yang baru melewati lamongan ingin beristirahat maka di buat juga seperti rest area dengan adanya tempat duduk yang enak nyaman bagi pengunjung dan ada nya warung kopi yang tidak membuang kearifan lokal, sehingga pengendara yang melewati kabupaten lamongan bisa melepas lelah di LA Mart keuntungan yang di dapat oleh PayTren juga akan semakin meluas. dan juga bapak bupati ingin prodak yang di jual pun paling sedikitnya 25% nya adalah produk has lamongan.

Di sisi lainnya bahwa bupati lamongan fadeli, memberitahu bahwa di luncurkannya Lamongan-Mart sebagai Digital Market Place dan juga Rumah Kreatif itu jawaban atas mengikut sertakan kemajuan Teknologi Informasi, itu semua harus berdiri disetiap desa sehingga tenaga kerja nya terserap pengangguran berkurang bahkan kita buat pengangguran itu tidak ada untuk di daerah lamongan. bahwa ada banyak potensi-potensi UMKM di setiap desa-desa yang berada di lamongan ada 474 desa dan kelurahan kita gali dengan memanfaatkan lamongan mart sebagai fasilitasnya dan juga Rumah Kreatif itu pun pangsa pasar bagi PayTren bagi mitra mitra PayTren adalah sasaran yang sudah di fasilitasi oleh bupati Lamongan ujar Ustad Yusuf Mansur kenapa itu pangsa pasar yang sangat bagus karena bayangkan jika semuanya pembayaran mengunakan QR dari PayTren berapa banyak rakyat Lamongan itu kita bisa olah sebagai pebisnis nya juga dengan setiap transaksi mendapatkan casback dengan demikian prospek di daerah lamongan akan mudah dan masyarakat lamonganpun hanya diberi wawasan sedikit tidak mungkin tidak tertarik kedepannya untuk menggunakan PayTren pebisnis.

Bapak Bupati mejelaskan Bahwa Dilamongan ini Ketimpangannya masih jelas sekitar di angka 3% oleh karena itu menurut bapak bupati lamongan yang berbicara di depan para mitra paytren di bandung pada tanggal 8 desember 2018 dengan perjalanan yang sudah sampai 2 tahun bahwa pemerintah lamongan memberikan kebijakan untuk tidak mengijinkan waralaba dan francesing di bidang supermarket ataupun minimarket kita batasi bahkan kita tidak di anjurkan masuk kedalam dareah lamongan karena kita buat di setiap kecamatan namanya LA Mart toko-toko LA-Mart juga ada di tingkat desa dengan demikian tidak ada cela bagi yang lainya masuk dengan 474 desa.

Kita kelola dengan BUMDes badan usaha milik desa ada pun pendirian warung warung yang sedang kami proses kedepannya dan juga kami telah mealuncing Lamongan e-money itu menurut bapak bupati satu satunya di Jawa Timur akan tetapi Mudah mudahan di Indonesai pun baru di Lamongan tentunya dengan E-money ini sebelum kami launching kami sudah MOU dengan PayTren ini sedang dalam proses kedepannya sekarang ini kami mempersiapkan dari 474 desa akan ada 120 desa warung LA yang ada di desa sehingga bisa berjalan di tahun 2019 semoga juga bisa berfungsi dan berjalan dengan baik tentunya berbicara E-money kita tidak bisa langsung berjalan maka masyarakat kami itu butuh proses di tokok tokok lain sudah kami didik untuk masalah e-money itu sendiri tapi untuk didesa desa dengan menggunakan e-money itu butuh proses dengan target 30% dulu melakukan e-money, tentu juga pembayaran-pembayaran lainya seperti pembayaran PAM, LISTRIK, beli Pulsa dan lain lainya dengan menggunakan PayTren kami berhrap bisa bekerja sama dengan baik dengan Ustad Yusuf Mansur dan para mitra PayTren semuanya yang hadir disini tutur bapak bupati Fadeli bupati lamongan. sehingga perputaran ekonomi tadi dan sumber alam yang keluar tadi bisa kita nikmati oleh masayarakat lamongan. menurut ustad Yusuf mansur bagimana PayTren dengan kaitannya multi-lavel ustad menanyakan kalian para mitra berfikir ga ? pekerjaan meng E-money kan satu kabupaten sudah di depan mata dan itu selesai oleh satu orang di sini kalian bekerja, tinggal mungutin tuh naikin upgrade orang orang yang sudah memakai e-money kita buat mereka menjadi pebisnis. menurut ustad yusuf mansur kita tidak usah mengeluh PayTren mengeluarkan E-money secara geratis karena e-money itu Indonesia Bos bahwa KITA ITU INDONESIA PAYTREN ITU INDONESIA.

Masih Bingung Cara Sukses diBisnis Paytren?

Ya, Kini telah hadir untuk anda Mentoring Gratis ” 7 Hari Belajar Bisnis Paytren” step by step pengenalan apa itu Paytren + strategi sukses berbisnis Paytren

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *