Akhirnya Paytren Menjadi Bank Digital – Izin Transfer Dana Turun

Di lansir oleh CNN Indonesia, jakarta 7-12-2018. Ustad Yusuf Mansur memberi tau bahwa perusahan miliknya yaitu, PT.veritra Sentosa Internasional yang biasa masyarakat tau dengan sebutan (PayTren) mengantongi ijin transfer dana dari Bank Indonesia (BI). dengan adanya ijin tersebebut, rencana yng akan di lakukan oleh ustad Yusuf Mansur selaku pemiliki PayTren kedepannya akan mengembangkan teknologi QR CODE.

Apa yang di maksud dengan QR CODE atau Kode QR dalam bahasa indonesia adalah satu jenis kode matriks atau bisa di bilang kode kode batang dua dimensi yang di kembangkan oleh Denso Wave yang di miliki oleh perusahan jepang salah satu divisi diperusahaan Denso Corporation Jepang. sedangkan QR code pertama kali dipublikasikan pada tahun 1994. QR itu sendiri memiliki arti yaitu Quick Respon atau dalam istilah bahasa Indonesia artinya respon cepat QR Code memiliki kapasitas tinggi dalam data pengkodean, QR Code mampu menyimpan semua jenis data apapun data data numerik, data-data yang memiliki alphabetis, sehingga data-data kanji, hiragana, kana, simbol, dan adapun kode biner. Secara data spesifik yang ada kode QR dapat menyimpan 7.089 data jenis data karakter numerik, 4.296 karakte data alphanumerik sampai kode binari sdengan 2.844 byte, dan huruf kanji sampai 1.817 karakter. tampilan yang lebih kecil dari pada kode batang itu kode QR. Dengan kelebihan-kelebihan yang ada pada saat ini penggunaan QR Code sudah sangat marak di gunakan di jepang. Awal mulanya QR code tersebut di gunakan di perusahaan manufakturing di jepang , untuk mengetahui melacak kedaraan. akan tetapi pada saat ini QR tersebut digunakan dalam konteks yang lebih luas. termasuk aplikasi komersia dan kemudahan dalam segi pembayaran dan trasaksi lainnya. Dengan adanya QR tersebut ustad Yusuf Mansur menjelaskan pihaknya juga saat ini tengah mengembangkan QR code kedepannya berharap dapat di gunakan di semua pasar modern dan juga pasar tradisonal, warung-warung kecil, sekolahan, madrasah,pedagang kaki lima, hingga masjid maupun musollah.

beberapa waktu dari pihak PayTren sudah melakukan uji coba dan insyallah tinggal hasil dari implementasinya saja. ustad Yusuf Mansur pun berharap transfer dana dan pembayaran dengan QR Code dapat beroperasi secara penuh pada januari mendatang dan uang elektornik PayTren sempat di bekukan oleh Bi karena harus mendapatkan ijin terlebih dahulu. BI akhirnya mengeluarkan izin penyelenggaraan uang elektornik PayTren pada bulan mei lalu. selain memiliki bisnis uang elekronik ustad Yusuf Mansur juga memiliki PayTren Aset Manajemen yang sudah lebih dahulu mengantongi Izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). kedepannya kedua perusahaan berencana mengsinergikan guna saling menunjang bisnis satu sama lainnya adapun Direktur Utama PayTren Aset Manajemen Ayu Widuri menegaskan pemegang rekening uang elekronik PayTren hingga saat ini akan mengejar pencapaian sekitar 500ribu pada akhir tahun 2018 dan kedepannya pencapaian tersebut akan terus naik di tahun tahun berikunya.

dengan telah di berikan izin penyelenggara transfer dana kepada PayTtren, kini PayTren juga bisa melakukan aktifitas sistem pembayaran trasfer dana dan juga pembayaran, pembelian dan transaksi lainya dengan menggunakan skema QR Code ini pun pelengkap fitur e-money yang semua mitra PayTren tunggu-tunggu. dengan di berikan izin dari BI ini akan memudahkan Mitra dan Pengguna PayTren dalam transfer dana ke sesama PayTren dan ke Perbank kan lainnya. dan juga dari semua bank ke PayTren juga bisa saling transfer dan tak hanya di dalam negri akan tetapi di luar negeri pun juga kita bisa lakukan untuk mempermudah mitra yang ada di luar negeri tak hanya itu kedepannya PayTren juga ada di semua ATM dan Mobile banking perbangkan. dalam lamipran izin yang di terima oleh PayTren tercatat telah mendapatkan Izin pada 3 Desember 2018. minggu depan PayTren akan bekerja sama dengan Pemkot Tangerang dengan tujuan men-QR-kan 1.200 masjid dan musollah. ustad Yusuf Mansur pun menjelaskan bahwa PayTren telah mencapai 5,2 juta orang yang memakai nya sebanyak 1.8 juta orang itu pengguna setia PayTren. beberapa waktu lalu PayTren aga kesulitan di karenakan telah di bekukan izin nya oleh Bank Indonesia sehingga pencapaian trasnsaksi hanya Rp.350 miliar. dengan izin tersebut turun jadi akan ada aktif semua dalam transaski oleh mitra mitra PayTren jika mereka para pengguna PayTren spending money Rp 2 juta perbulan maka sebulan akan ada transaksi sekitar Rp 11 triliun perbulannya.

PayTren pun dalam perkembangannya terus melakukan inovasi, mulai dari sebuah aplikasi bayar-bayar dan berubah menjadi aplikasi yang lengkap sehingga memenuhi kebutuhan hanya dalam satu genggaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *